Volume 1 No 2 RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) VARIETAS HIBRIDA ROBIN F1 TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOBOOST DAN NPK PONSKA.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) VARIETAS HIBRIDA ROBIN F1 TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOBOOST DAN NPK PONSKA
Keywords:
Cabai Rawit, Hibrida Robin F1, POC Biobost, NPK PonskaAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbagai konsentrasi Beauveria bassiana terhadap jumlah kerusakan buah kakao akibat serangan hama Helopeltis spp. dan untuk mengetahui konsentrasi Beauveria bassiana yang paling tepat dalam pengendalian hama Helopeltis spp. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rowa Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo pada bulan November 2023 sampai Februari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok 1 (satu) faktorial 6 (enam) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Adapun konsentrasi Beauveria bassiana yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: P0 (Kontrol/Tanpa perlakuan), P1(Beauvaria bassiana 5 gram/liter air), P2 (Beauvaria bassiana 10gram/liter air) P3 (Beauvaria bassiana 15 gram/liter air), P4 (Beauvaria bassiana 20 gram/liter air), P5 (Beauvaria bassiana 25 g ram/liter air). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Beauveria bassiana pada tanaman kakao berpengaruh nyata terhadap serangan hama Helopeltis spp. pada perlakuan minggu pertama sampai minggu keempat. Perlakuan Beauveria bassiana pada tanaman kakao efektif mengendalikan hama Helopeltis spp. yaitu pada konsentrasi 25 gram yang dilarutkan dalam satu liter air yaitu konsentrasi Beauveria bassiana paling baik dengan jumlah cucukan paling sedikit.
References
Afandhie Rosmarkam & Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngada. 2023. Ngada Dalam Angka 2023
Ichsan, M. C., Riskiyandika, P., & Wijaya, I. (2016). Respon Produkivitas Okra (Abelmoschus esculentus) terhadap Pemberian Dosis Pupuk Petroganik dan Pupuk N. Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(1): 29-41.
Lubis F.A. 2004. Pengaruh pemberian giberelin (GA3) dan Pupuk Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung (Solanum melongena L.) Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Prajnanta, F.2001.Agribisnis Cabai Hibrida. Jakarta. Penebar Swadaya.
Risqiani, N., F.A. Erlina & W.Y. Nasih. 2007. PEngaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan hasil Buncis. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan VII (1) : 43-45.
Sutejo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan.Jakarta: Rineka Cipta.
Widyawati, Z., I. Yulianah, &Respartijarti (2013). Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Popolasi F2 pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.). Jurnal Produksi Tanaman.

