HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI SILASE LIMBAH SAYURAN SEBAGAI PAKAN ENTOK (CAIRINA MOSCHATA) DI DESA KARANGKEMIRI KECAMATAN KARANGAYAR
Keywords:
Adopsi Teknologi, Silase Limbah Sayuran, Pakan Entok, Karakteristik Peternak, Tingkat AdopsiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi silase limbah sayuran sebagai pakan ternak entok di desa karangkemiri, kecamatan karanganyar, kabupaten kebumen, dan untuk mengetahui hubungan karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, serta intensitas penyuluhan dan jumlah populasi entok) terhadap tingkat adopsi teknologi silase limbah sayuran sebagai pakan ternak entok di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanganyar. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan motode survey menggunakan instrumen kuesioner dalam pengambilan data. teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus dimana sampel peternak entok sebanyak 25 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa varibel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, serta intensitas penyuluhan dan jumlah populasi entok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat adopsi teknologi silase limbah sayuran sebagai pakan ternak entok di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanganyar. Tingkat adopsi pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan entok di Desa Karangkemiri masih tergolong rendah, dengan 60% peternak belum mengadopsinya. Berdasarkan nilai Multiple R 0,661 menunjukan bahwa korelasi yang cukup kuat antara umur, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan, intensitas penyuluhan dan jumlah populasi entok terhadap tingkat adopsi pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan ternak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan umur, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan, intensitas penyuluhan dan jumlah populasi entok secara simultan tidak terdapat korelasi terhadap tingkat adopsi teknologi silase limbah sayuran sebagai pakan ternak entok di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanganyar.
References
Abdul Kodir, K., Imanudin, O., & Somanjaya, R. (2023). Aplikasi Silase Limbah Sayuran Sebagai Sumber Pakan Alternatif dalam Upaya untuk Meningkatkan Persentase Karkas Entok (Cairina moschata) Jantan. Jurnal Tropical Livestock Science Journal. 1(2), 100–106.
Abdul Kodir, K., Imanudin, O., & Somanjaya, R. (2023). Tropical Livestock Science Journal Aplikasi Silase Limbah Sayuran Sebagai Sumber Pakan Alternatif dalam Upaya untuk Meningkatkan Persentase Karkas Entok (Cairina moschata) Jantan Application Of Vegetable Waste Silage as An Alternative Feed Source in An Ef. 1(April), 100–106.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen. (2017). Kecamatan Karanganyar Dalam Angka 2017. Diakses dari https://web-api.bps.go.id
Budiari NLG, Adijaya IN, Kertawiraman A. (2016). Pengaruh Pemberian Tepung Keong Mas terhadap Pertumbuhan Ternak Entok. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. 4:1141–1147
Engel. (2014). Paper Knowledge Toward a Media History of Documents.:144–151.
Harianti, F. (2021). Nilai Nutrisi Wafer Hasil Silase Limbah Sayur Kol Dengan Jenis Kemasan dan Komposisi Substrat Yang Berbeda. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau Pekanbaru.
Indriani, S. (2014). Pengaruh Karakteristik Peternak Terhadap Adopsi Pemanfaatan Limbah Tanaman Pangan Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong Di Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar.
Khomairoh, F., Marhento, G., Alamsyah, M., Siburian, M. F., & Jonathan, G. L. (2024). Analisis Pertumbuhan Entok (Cairina moschata) Ditinjau dari Pemberian Pakan Ampas Tahu yang Difermentasikan pada Setiap Level Berbeda. Prosiding Seminar Nasional Sains, 1-5. Diakses dari https://proceeding.unindra.ac.id/index.php/sinasis/article/download/7922/2774
Lasaharu, N., Laya, K. N., & Boekoesoe, Y. (2020). Analisis Pemasaran Sapi Potong. Journal of Animal Science, 2(2), 62–75. https://doi.org/10.35900/jjas.v2i2.5092
Misriani, V. (2011). Hubungan Karakteristik Peternak Dan Jumlah Ternak Yang Dipelihara Dengan Pendapatan Pada Pembibitan Sapi Potong Rakyat di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi. Fakultas Peternakan. Malang : Universitas Andalas.
Ohmomo S, Tanaka O, Kitamoto HK, Cai Y. (2002). Silage and Microbial Performance, Old Story But New Problems. Jpn Agric Res Q. 36(2):59–71.
Saad, U. (2012). Pengaruh Intensitas Penyuluhan dan Karakteristik Teknologi Budidaya Sapi Potong terhadap Jenis Adopsi Inovasi oleh Peternak di Desa Simpursia Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo. Skripsi. Makassar: UIN Alauddin Makassar
Sahriani. (2020). Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Sapi Potong di Kecamatan Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
Soeharjo, A., & Patong, S. (2010). Potensi Agribisnis Usaha Ternak Sapi Potong di Kota Kendari. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 1(1), 88–98.
Soekartawi. (2008). Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: UI Press
Sumbayak JB. (2006). Materi, Metode dan Media Penyuluhan, Fakultas Pertanian. Medan: Universitas Sumatera Utara.


