DAMPAK PEMBANGUNAN GEOTHERMAL MATALOKO TERHADAP BERKURANGNYA LAHAN PERTANIAN MASYARAKAT DESA WOGO-ULUBELU, ANCAMAN KETAHANAN PANGAN, SOSIAL BUDAYA DAN HUMAN SECURITY
Keywords:
Geotermal, Ketahanan Pangan, Sosial Budaya, Human SecurityAbstract
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) dinarasikan sebagai proyek transisi energi yang ramah lingkungan tetapi dibanyak wilayah terutama wilayah pedesaan dan sentra pertanian, pembangunan geothermal membawa dampak multidemensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembangunan geothermal Mataloko terhadap berkurangnya lahan pertanian, ancaman ketahanan pangan, sosial budaya dan human security. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menujukkan beberapa dampak negatif diantaranya; (1), Tingginya konversi lahan pertanian ke non pertanian dimana lahan pertanian dialihfungsikan sebagai lokasi pembangunan geothermal, (2) Rusaknya lahan pertanian dan menurunya produktivitas tanaman disekitar wilayah pembangun geothermal akibat lumpur dan gas beracun. Konversi lahan dan rusaknya lahan pertanian berdampak terhadap ancaman ketahanan pangan sebab mayoritas masyarakat desa Wogo dan Ulubelu bermata pencaharian sebagai petani/pekebun. (3) Pembangunan geothermal Mataloko berdampak pula pada konflik sosial budaya dan ancaman human security.
References
Dinan, H. (2021). Persepsi Masyarakat Terhadap Eksploitasi Panas Bumi Di Wilayah Kerja
Pertambangan Kaldera Rawa Danau.
Rato, D. (2009). Hukum Dalam Perspektif Sosial. Universitas Jember,
Tanggang,A & Lajar,T.A.P (2024) “Bumi Sebagai Rumah : Kritikan Terhadap Proyek
Geotermal Poco Leok Dan Mataloko Dalam Perspektif Ensiklik Laudato Si. Vox
Ledalero, 87.
Mahendra, B & Susiatiningsih (2022). Deforestasi Hutan Lindung dalam Proyek
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Baturraden di Kawasan Lereng
Gunung Slamet dan Ancaman Terhadap Human Security.
Pantow, P.,Lakat.R.M.S & Kapugu, H (2022). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Pada
Kawasan Geothermal Terhadap Sektor Perekonomian Masyarakat Di Kecamatan
Tompaso. 199-200.

