STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BAMBU (BAMBUSOIDEAE) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN GOLEWA KABUPATEN NGADA

Authors

  • Donatus Paru Wea SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA Author
  • Igniosa Taus SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA Author
  • Victoria Ayu Puspita Author

Keywords:

Pengembangan, Kerajinan bambu, Kebutuhan Rumah Tangga, Golewa Ngada NTT

Abstract

Pengembangan  usaha kerajinan bambu melibatkan berbagai strategi dan langkah untuk memaksimalkanpotensiproduk bambudanmeningkatkankeberhasilan usaha.utamanya atausuatu usaha yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh secara dominan terhadap pengembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Golewa dan merumuskan strategi pengembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Golewa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif,Jenis penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi melalui wawancara, mengambil gambar, mengidentifikasi, membuat perbandingan dan menentukan sesuatu untuk menghadapi suatu masalah serta untuk menetapkan rencana atau keputusan pada waktu yang akan datang data diolah menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Faktor yang mempengaruhi usaha kerajianan bambu di  kecamatan Golewaadalah antra lain,faktor internal dan faktor eksternal diamana faktor internal meliputi kekuatan ( strenght) dengan skor tertinggi 0,62 meliputi ketersedian bahan baku yang melimpah dan lokasi usaha yang strategis. Kelemahan (weaknes) dengan skor paling tinggi yaitu 0,31 meliputi keterbatasan tenaga kerja. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi peluang (opportunities) dengan skor tertinggi 0,62 meliputi lokasi usaha merupakan tempat kunjungan wisata, ancaman (threats) dengan skor tertinggi 0,46 meliputi akses jalan menuju bahan baku belum maksimal sehingga strategi yang sesuai adalah strategi intensif dan Strategi integrasi. Strategi intensif memerlukan bermacam usaha yang intens untuk meningkatkan posisi persaingan dengan produk yang sudah ada berupa penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Strategi Integrasi menghendaki agar perusahaan melakukan pengawasan yang lebih terhadap distributor,pemasok atau para pesaingnya.Strategi Integrasi meliputi integrasi kedepan,integrasi kebelakang dan integrasi horizontal. klasifikasi dari strategi strategi intensif dan integrasi

Pengembangan  usaha kerajinan bambu melibatkan berbagai strategi dan langkah untuk memaksimalkanpotensiproduk bambudanmeningkatkankeberhasilan usaha.utamanya atausuatu usaha yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh secara dominan terhadap pengembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Golewa dan merumuskan strategi pengembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Golewa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif,Jenis penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi melalui wawancara, mengambil gambar, mengidentifikasi, membuat perbandingan dan menentukan sesuatu untuk menghadapi suatu masalah serta untuk menetapkan rencana atau keputusan pada waktu yang akan datang data diolah menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Faktor yang mempengaruhi usaha kerajianan bambu di  kecamatan Golewaadalah antra lain,faktor internal dan faktor eksternal diamana faktor internal meliputi kekuatan ( strenght) dengan skor tertinggi 0,62 meliputi ketersedian bahan baku yang melimpah dan lokasi usaha yang strategis. Kelemahan (weaknes) dengan skor paling tinggi yaitu 0,31 meliputi keterbatasan tenaga kerja. Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi peluang (opportunities) dengan skor tertinggi 0,62 meliputi lokasi usaha merupakan tempat kunjungan wisata, ancaman (threats) dengan skor tertinggi 0,46 meliputi akses jalan menuju bahan baku belum maksimal sehingga strategi yang sesuai adalah strategi intensif dan Strategi integrasi. Strategi intensif memerlukan bermacam usaha yang intens untuk meningkatkan posisi persaingan dengan produk yang sudah ada berupa penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Strategi Integrasi menghendaki agar perusahaan melakukan pengawasan yang lebih terhadap distributor,pemasok atau para pesaingnya.Strategi Integrasi meliputi integrasi kedepan,integrasi kebelakang dan integrasi horizontal. klasifikasi dari strategi strategi intensif dan integrasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arhamsyah.2009.PengolahanBambudanPemanfaatannya dalam Usaha.

Pengembangan Industri Kecil Menengah dan Kerajinan.Baristand Industri.

Jurnal Riset Industri Hasil Hutan1(2):30

Arsad,Effendi.2015.Teknologi pengolahan dan manfaat bambu.Jurnalriset industry hasil hutan. Volume 7:45-52.

Hasibuan 2020 Identifikasi Jenis Bambu Berdasarkan Tekstur Daun dengan Metode Gray Level Co-Occurrence Matrix dan Gray Level Run Length Matrix urnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol 6:4,

Jaya, Adisa Putra. 2021. Arah Pengembangan Bambu Di Kabupaten Ngada: Tinjauan Literatur. Jurnal analisis kebijakan kehutanan. Volume 18: 79- 89.

Noywuli, Nicolaus. November 2020. Potensi Sumberdaya Dan Teknik Budidaya Bambu Ngada Untuk Fungsi Das Aesesa Flores Yang

Berkelanjutan. Prosiding seminar nasional pertanian vii.

Taus. I.,Hamakonda UA., Puspita VA. 2022.Strategi Pengembangan Uji Adaptasi Varietas Padi TC IPB 02 Desa Were III Kecamatan Golewa Selatan. Jurnal Agriovet. 5(1): 111-124

Wuli,Rofinus Neto, Owa, V.L., Bhoki,E.,Lako. D,L.,Wea D.P., Nay K.P., dan Soli,Y.E ., (2024). Identifikasi Potensi Pengembangan Bambu Di Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Jurnal Pertanian Unggul, 3(1): 16-24.

Downloads

Published

30-04-2025