KEBIJAKAN PENDIDIKAN PASCA GEMPA YAYASAN PERSEKOLAHAN UMAT KATOLIK NGADA: MENUJU KOMUNITAS PENDIDIKAN KATOLIK YANG TANGGUH DAN BERKUALITAS

Authors

  • Silverius Betu Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Author
  • Wilhelmina Loda Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Author

Keywords:

Kata kunci: Pendidikan Pasca Gempa, Yasukda, Tangguh, Berkualitas

Abstract

ABSTRAK

Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana karena berada di jalur yang dilewati oleh pegunungan aktif. Wilayah pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu wilayah yang paling aktif secara kegempaan karena aktifitas sesar naik busur belakang flores. Hal ini mengakibatkan bencana gempa bumi seperti yang terjadi 15 Agustus 2026 yang lalu. Bencana gempa menimbulkan banyak korban dan kerugian baik jiwa maupun material, termasuk yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk menjawab kondisi actual sekolah-sekolah katolik naungan Yasukda pasca gempa, mengidentifikasi berbagai tantangan, dan merumuskan rekomendasi strategis guna memperkuat sistem pendidikan tanggap bencana dan memproteksi sarana-prasarana pendidikan dalam situasi bencana. Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya Komunitas Sekolah Siaga Bencana di semua sekolah naungan Yasukda, merekomendasikan pembangunan gedung sekolah tahan gempa dan memproteksi gedung-gedung sekolah melalui program ansuransi kebakaran dan gempa bumi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Aprianti, Rika, dkk. (2023). Peningkatan Pengetahuan Mengenai Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Cianjur. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan, 4 (1), 138-150.

CNBC Indonesia. (2026, 15 Agustus). Mengapa NTT Rawan Gempa Besar? Ini Penyebab dan Sejarah Gempa Dasyatnya. https://www.cnbcindonesia.com/research/20260815091227-128-759597/mengapa-ntt-rawan-gempa-besar-ini-penyebab-sejarah-gempa-dasyatnya

Fauzy, Giyas Akhmad, (2026). Gempa Bumi Sesar Naik Busur Belakang Flores: Tinjauan Deformasi InSAR dan Upaya Mitigasi, Fpips@Upi. Edu.

Irawan, Yuli Subiakto dan Bambang Kustiawan. (2022). Manajemen Mitigasi Bencana Pada Peserta Didik Untuk Mengurangi Risiko Bencana Gempa Bumi. Journal of Science Education, 6 (2), 609-615.

Materi Sosialisasi Kantor BRI Cabang Bajawa. (2026, 10 Oktober). Ansuransi Kebakaran. Kemah Tabor, Mataloko.

Nafiqoh, Heni, dkk. (2023). Motivasi Belajar Anak Usia Dini Melalui Metode Pembelajaran Eksperimen Pasca Bencana Gempa Bumi. Jurnal Tunas Siliwangi, 9 (2), 69-73.

Natsir, Muhamad, (2003). Metode Kepustakaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Permendikbud, No. 33 Tahun 2019.

Pribadi, Kristina S dan Ayu Krishna Yuliawati. (2009). Pendidikan Siaga Bencana Gempa Bumi Sebagai Upaya MeningkatkannKeselamatan Siswa: Studi Kasus Pada SDN Padasuka 2 Kabupaten Bandung. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9 (9), 13-25.

Rani, Hendrikus. (2012). Menuju Masyarakat Gempa, Dari Serpihan Gempa Flores 1992 Yang Tersiasa. Seminar Sehari Peringatan 20 Tahun Gempa Flores, UNIPA-Maumere.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Yasukda. (2026, 8-10 Oktober). Dokumen Rekomendasi Hasil RAKER Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Bupati Ngada, Pimpinan DPR, Forkopinda, BPBD, Kadis Pendidikan dan undangan, Kemah Tabor Mataloko.

Downloads

Published

30-10-2026