KEHILANGAN HASIL PANEN JAGUNG AKIBAT SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) DI KELOMPOK TANI STIPER FB KABUPATEN NGADA

Authors

  • Victoria Coo Lea Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Author
  • Sirilus Metodius Bhalu Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Author

Keywords:

Kehilangan hasil, Hama, Penyakit

Abstract

Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah salah satu program Gubernur Nusa Tenggara Timur. Program ini adalah salah satu program di bidang pertanian lahan kering. Provinsi NTT sangat berpotensi untuk mengembangkan pertanian lahan kering. Karena itu, pertanian lahan kering seperti jagung perlu dikembangkan di Wilayah Provinsi NTT. Tenaga Pendamping teknis TJPS yang direkrut menyebar di NTT. Dari tenaga ini, diberikan tugas untuk mendampingi petani dengan standar setiap pendamping akan mendampingi 25-50 KK yang memiliki lahan seluas 1 Ha/KK. Ternak berperan sebagai tulang punggung perekonomian daerah dan sumber pendapatan penting bagi petani, sedangkan jagung merupakan bahan makanan pokok bagi sebagai besar petani di NTT, disamping itu teknologi budidaya kedua komoditas ini telah dikuasai dengan baik oleh BPTP NTT. Jagung Lamuru merupakan jagung komposit yang telah dilepas pada tahun 2000 dengan karakteristik memberikan rata-rata hasil 5,6 t/ha dengan potensi mencapai 7,6 t/ha. Jagung ini dapat memiliki mencapai umur panen sampai 95 hari. Ciri yang lain dari jagung ini ialah agak tahan terhadap penyakit bulai dan juga toleran terhadap kekeringan. Dengan demikian jagung ini dapat ditanam di lahan kering. Penelitian untuk mengetahui hama dan penyakit penting pada tanaman jagung di kelompok tani STIPER FB Kabupaten Ngada. Pengamatan dilakukan di lahan seluas 5,8 hektar. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya hasil jagung di Indonesia adalah penggunaan varietas lokal, kurangnya kesuburan tanah yang dibarengi pula oleh kurang memadainya pemupukan serta serangan hama dan penyakit. Di daerah tropis dan sub tropis yang sedang berkembang, hama dan penyakit bahkan merupakan penghambat utama dalam hal stabilitas produksi. Dua jenis hama penting, yaitu hama kepik penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera) dan tikus (Rattus argentiventer). Penyakit penting jagung yang ditemukan adalah hawar daun (Helminthosporium) dan busuk tongkol (Fusarium sp).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisarwanto, T dan Y.E. Widyastuti. 2000. Meningkatkan Produksi Jagung. Penebar Swadaya, Jakarta.

Anonim. 2010. Teknik Budidaya Jagung Komposit. http://www.shsseed.com/ index.php?option= com.content&task=view&id=86.

Aqil M, Constance R, Zubachtirodin. 2012. Deskripsi Varietas Unggul Jagung. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Hamdison H, Swandi Swandi & TA. Efendi (2019). Pengembangan Beberpa Penyakit Daun Jagung Disebabkan Oleh Jamur di Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Smart Farming Yang Berwawasan Lingkungan Untuk Kesejahteraan Petani (hal. 528-534). Palembang: Prosiding Seminar Nasional Lahan Subobtimal.

Latifahani Nur, Abdul Cholil & Syamsuddin Djuhari (2014). Ketahanan Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) Terhadap Serangan Penyakit Hawar Daun (Exserohilum turcicum pass, Leonard Et Sugss). Jurnal HPT, 2(1): 52-60.

Pakki,S., M.S Kontong, S. Rahmma. 1996. Inventarisasi Isolat-Isolat Helminthosporium maydis pada Tanaman Jagung dan Sorgum di Sulawesi Selatan. Hasil-hasil Penelitian Hama Penyakit Tanaman. Balitjas. Hal 65-76.

Pakki, S. dan S. Mas’ud. 2005. Inventarisasi dan identifikasi patogen cendawan yang menginfeksi benih jagung. prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVI Komda SulSel.

Saidah, Kasim F, Syafruddin, Chatijah IGP, Sarahuta, Ardjanhar A, Munir FF. 2004. Adaptasi dan daya hasil jagung di lahan kering marginal Sulawesi Tengah. Pros Sem Nas Klinik Teknologi Pertanian sebagai Basis Pertumbuhan. BPTP Sulawesi Tengah, Sigi.

Semangun, H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman di Indonesia. Gajah Mada University Press.

Sudjono, M.Sudjadi. 1998. Penyakit Tanaman Jagung dan Pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Pangan. Bogor.

Surtikanti. 2009. Penyakit Hawar Daun Helminthosporium sp Pada Tanaman Jagung di Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Serealia. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Suherman O, Awaludin H. 2007. Cara Memelihara Kemurnian Genetik dan Produksi Benih Jagung Komposit, Mendorong Petani Membuat Benih Bermutu Tinggi. Badan Litbang Pertanian.

Wahyudin A., Ruminta S. A & Nursaripah. (2016). Pertumbuhan dan Hasil Tanam Jagung (Zea mays L.) Toleran Herbisida Akibat Pemberian Berbagai Dosis Kalium Glifosfat. Jurnal Kultivasi, 15(2): 86-91.

Published

10-10-2022