EFEKTIVITAS Beauveria bassiana SEBAGAI AGEN HAYATI DALAM PENGENDALIAN HAMA KEPIK PENGHISAP BUAH KAKAO Helopeltis spp. DI DESA ROWA KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO
Keywords:
Kata kunci : Beauveria bassiana, bercak buah kakao, Helopeltis spp.Abstract
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbagai konsentrasi Beauveria bassiana terhadap jumlah kerusakan buah kakao akibat serangan hama Helopeltis spp. dan untuk mengetahui konsentrasi Beauveria bassiana yang paling tepat dalam pengendalian hama Helopeltis spp. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rowa Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo pada bulan November 2023 sampai Februari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok 1 (satu) faktorial 6 (enam) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Adapun konsentrasi Beauveria bassiana yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: P0 (Kontrol/Tanpa perlakuan), P1(Beauvaria bassiana 5 gram/liter air), P2 (Beauvaria bassiana 10gram/liter air) P3 (Beauvaria bassiana 15 gram/liter air), P4 (Beauvaria bassiana 20 gram/liter air), P5 (Beauvaria bassiana 25 gram/liter air). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Beauveria bassiana pada tanaman kakao berpengaruh nyata terhadap serangan hama Helopeltis spp. pada perlakuan minggu pertama sampai minggu keempat. Perlakuan Beauveria bassiana pada tanaman kakao efektif mengendalikan hama Helopeltis spp. yaitu pada konsentrasi 25 gram yang dilarutkan dalam satu liter air yaitu konsentrasi Beauveria bassiana paling baik dengan jumlah cucukan paling sedikit.
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2022. Diakses pada Maret 22, 2023. “https:/www.bps.go.id”
Badan Pusat Statistik Kabupapten Nagekeo. 2022. KabupatenNagekeo Dalam Angka 2022. Diakses pada Maret 23, 2023. “https://nagekeokab.bps.go.id.”.
Gargita, I.W.D., Sudiarta, I.P., Wirya, G.N.A.S.. 2017. Pemanfaatan Patogen Serangga (Beauveria bassiana Bals.) Untuk Mengendalikan Hama pengisap Buah Kakao (Helopeltis spp.) Di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, KabupatenTabanan. Jurnal Agrotek Tropika, 6, 11-20.
Indah, Pawana Nur., Augustien, Nora., Mulyadi. 2014. Budidaya Tanaman Kakao di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jawa Timur, Semesta Anugrah.
Indriati, G., Soesanthy, F., dan Hapsari, A.D. 2014. Pengendalian Helopelthis spp.(Hemiptera: Miridae) Pada Tanaman Kakao Mendukung Pertanian Terpadu Ramah Lingkungan. Jurnal Bunga Rampai: Inovasi Teknologi Bioindustri Kakako, (1)179-188.
Lea, Victoria Coo. 2019. Organisme Pengganggu Tanaman (Opt) Penting Pada Buah Kakao Di Kabupaten Nagekeo Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis, Institut Pertanian Bogor Bogor
Lea, Victoria Coo, Triwidodo Hermanu; dan Supramana. 2022. Hama Dan Penyakit Penting Tanaman Kakao Di KabupatenNagekeo, Provinsi NTT. Jurnal Agrotek Tropika, (10)509-515.
Parcaya dan Kahono, P.C. 2019. Budidaya kakao. Jakarta Barat: PT. Sunda Kelapa Pustaka.
Putri, R. A., Sari W.K. dan Suhendra D. 2021. Karakteristik Budidaya kakao (Teobroma cacao L.) pada perkebunan rakyat di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Jurnal Riset Perkebunan. 2(2): 118-128.
Siswanto dan Karmawati,E.(2012). Pengendalian hama utama tanaman kakao (Conopomorpha Cramerella dan Helopeltis spp.) dengan pestisida nabati dan agens hayati. Jurnal Perspektif review penelitian tanaman industry, 11(2), 69-78.
Sugiharty, E.. 2016. Budidaya Kakao. Bandung: Nuansa Cendekia.
Wuli, Rofinus Neto. Owa, Venantius Ladha. Bhoki, Eustakia. Lako, Dioniusius Liu. Wea, Donatus Paru. Nay, Katarina Paloma. Soli, Yosefina Emiliana. 2024. Identifikasi Potensi Pengembangan Bambu Di Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Jurnal Pertanian Unggul.3(1),16-24.


